18 JUL 2026

SMPN 3 Kalasan – NO bullying, NO intolerance, NO sexual abuse

Diterbitkan: Sabtu, 18 Jul 2026 | 12:36 WIB | 48 View

Rabu, 15 Juli 2026 – SMP Negeri 3 Kalasan terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan berpihak kepada peserta didik. Melalui berbagai kegiatan edukasi dan pembiasaan karakter, sekolah menegaskan sikap nol toleransi terhadap perundungan (bullying), intoleransi, dan kekerasan seksual.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembiasaan budaya saling menghormati, menghargai keberagaman, serta membangun komunikasi yang sehat antara peserta didik, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua. Sekolah percaya bahwa lingkungan yang positif merupakan fondasi penting bagi tumbuh kembang peserta didik, baik dari sisi akademik maupun karakter.

Perundungan dalam bentuk apa pun, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital, dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan mental, rasa percaya diri, dan prestasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, seluruh warga sekolah diajak untuk berani berkata tidak terhadap segala bentuk perundungan serta menjadi teman yang peduli dan saling mendukung.

Selain itu, SMPN 3 Kalasan juga menanamkan nilai-nilai toleransi sebagai bagian dari karakter Pelajar Pancasila. Peserta didik dibimbing untuk menghargai perbedaan agama, suku, budaya, bahasa, kemampuan, maupun latar belakang sosial. Keberagaman dipandang sebagai kekuatan yang memperkaya pengalaman belajar dan membentuk generasi yang mampu hidup berdampingan secara harmonis.

Dalam upaya mencegah kekerasan seksual, sekolah memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga batasan diri, menghormati tubuh sendiri dan orang lain, serta berani melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan yang tidak pantas. SMPN 3 Kalasan juga memastikan bahwa setiap laporan akan ditindaklanjuti secara profesional, mengedepankan perlindungan terhadap korban, menjaga kerahasiaan, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berbagai program penguatan karakter terus dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran, bimbingan konseling, proyek penguatan profil lulusan, upacara bendera, kegiatan kokurikuler, dan sosialisasi kepada orang tua. Guru dan tenaga kependidikan juga berperan aktif sebagai teladan dalam membangun budaya saling menghargai, empati, serta penyelesaian konflik secara damai.

Kepala SMP Negeri 3 Kalasan menyampaikan bahwa sekolah merupakan rumah kedua bagi peserta didik. Oleh sebab itu, seluruh warga sekolah memiliki tanggung jawab bersama untuk menciptakan suasana yang membuat setiap anak merasa aman, dihargai, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai potensinya.

Melalui semangat kebersamaan, SMPN 3 Kalasan mengajak seluruh peserta didik untuk menjadi pelopor budaya positif dengan membiasakan tiga langkah sederhana:

  • Berani berkata tidak terhadap perundungan, intoleransi, dan kekerasan seksual.
  • Berani peduli dengan membantu dan mendukung teman yang membutuhkan.
  • Berani melapor kepada guru, wali kelas, guru BK, atau pihak sekolah apabila mengetahui adanya tindakan yang membahayakan keselamatan dan kenyamanan warga sekolah.

Mari bersama-sama mewujudkan SMPN 3 Kalasan sebagai sekolah yang aman, ramah anak, inklusif, dan bebas dari perundungan, intoleransi, serta kekerasan seksual, sehingga setiap peserta didik dapat belajar, bertumbuh, dan meraih prestasi dalam lingkungan yang penuh rasa hormat, kepedulian, dan kebahagiaan.

“Berani Peduli, Berani Melindungi, Berani Melapor.”

 

SANTI BERBUDI… JAYA!!!

 

File rujukan: https://canva.link/jxh3gq6auie0z1q